Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out
Showing posts with label Liga Super. Show all posts
Showing posts with label Liga Super. Show all posts

Thursday, 24 December 2009

Arema Gebuk Sriwijaya

Arema berhasil memenuhi ambisinya untuk meraih poin absolut atas lawannya Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga Super Indonesia 2009, Rabu (23/12/09) di stadion Kanjuruhan, Malang. Kesebelasan "Singo Edan" Arema Malang dalam dua babak pertandingan tersebut berhasil membungkam Sriwijaya FC dengan skor 3-0. Hasil itu semakin mengokohkan posisi Arema sebagai pimpinan puncak klasemen sementara liga musim ini.

Dalam laga yang disaksikan 40.000-an Aremania tersebut (suporter Arema), kedua kesebelasan sebenarnya memainkan permainan cantik. Serangan demi serangan, pergulatan pemain di setiap lini, menjadikan laga tersebut cukup sayang untuk dilewatkan meski hanya beberapa menit.

Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, terlihat merotasi ujung tombak serangannya. Ia justru mencadangkan Obiora, padahal biasanya memasangnya sebagai starter.

Di kubu tuan rumah terlihat tidak banyak perubahan formasi pemain. Lini belakang tetap diserahkan pada Piere Njanka dan kawan-kawannya, lini tengah tetap memasang Roman, M. Ridhuan, dan Landry Poulangoye. Serta di lini depan, mempercayakan serangan pada striker Noh Alam shah.

Gol pertama dicetak stoper senior Piere Njanka melaui heading, memanfaatkan sepak pojok dari Juan Revi di lima menit pertama sejak wasit Olehadi meniup peluit dimulainya pertandingan.

Dua gol Arema lainnya dicetak di babak kedua tepatnya di menit ke-56 dan ke-61. Di menit 56, dengan kerjasama bagus antara gelandang asal Singapura, Muhammad Ridhuan, striker muda Arema M.Fakhrudin berhasil menjebol gawang Sriwijaya FC yang dikawal Fery Rotinsulu.

Lima menit berselang, gelandang Arema asal Slovakia, Chmelo Roman, dengan tendangan jarak jauhnya berhasil memaksa Fery Rotinsulu kembali memungut si kulit bundar dari gawangnya untuk ketiga kalinya.

Hingga pertandingan usai, kedudukan tidak berubah 3-0 bagi kemenangan Singo edan.

"Secara umum pertandingan berjalan imbang. Namun selamat untuk Arema, mereka layak menang hari ini. Mereka bermain lebih efisien dan taktis. Kami sebenarnya juga memiliki banyak peluang, hanya gagal menyelesaikannya dengan baik," tutur Rahmad Darmawan. [dahlia irawati/kompas]

PSM Bidik Osvaldo Moreno dan Nyeck Nyobe

Osvaldo Moreno dan Nyeck Nyobe selangkah lagi bakal berlabuh ke Makassar. Dua pemain ini diproyeksikan mengikuti seleksi 27 Desember nanti. Manajemen PSM sendiri memberi sinyal kuat kepada keduanya untuk bergabung bersama Syamsul Haerudin dkk, di paruh kedua musim ini. "Kita sudah terima CV dan rekaman video kedua pemain ini. Kita tinggal mengetes skill individunya saja," kata Juru Bicara Manajemen PSM Nurmal Idrus via telepon Rabu (23/12).


Sebenarnya kata Nurmal, seleksi keduanya hanya bagian dari prosedur yang secara formal harus diikuti. Tanpa melalui tespun, kualitas keduanya sudah terukur.

"Dua pemain ini sudah memiliki pengalaman bermain di Liga Indonesia. Kita sudah tahu kualitasnya. Karakter merekalah yang dibutuhkan PSM saat ini," paparnya.

PSM mengalami keterpurukan di putaran pertama musim ini. Dari 12 partai, anak-anak Juku Eja baru mengemas tiga kemenangan, yang seluruhnya ditoreh di kandang.

Sedang sembilan partai sisa, enam berakhir dengan kekalahan, termasuk satu kekalahan di kandang, dan tiga kali seri. Lengkapnya, lima laga away seluruhnya menuai hasil buruk.

Mengandalkan pemain muda, PSM mencatat sejarah paling buram musim ini dalam 10 tahun terakhir.

Karena itu, manajemen akan mengejar pemain yang dianggap bisa menambal sekat yang ada di beberapa lini. Di lini belakang, kehadiran Nyeck Nyobe diharapkan bisa melapis Hendry Nyobi dan Handi Hamzah.

Di barisan depan, Osvaldo akan menjadi tandem sejati Cristian Carrasco. Melakoni 12 partai, Carrasco baru membukukan tiga gol.

Ini jelas belum menegaskan perannya sebagai "mesin pembunuh" di kotak penalti. Kehadiran Osvaldo diharapkan bisa mengangkat kasta Carrasco di putaran kedua nanti.

Nego Harga

OSVALDO Moreno dan Nyeck Nyobe hampir pasti masuk dalam daftar belanja di putaran kedua nanti. Hanya saja, manajemen ingin keduanya mematok harga tidak melebihi pemain-pemain asing yang bergabung di PSM saat ini.

Nurmal mengaku, belum ada draf nilai kontrak untuk dua pemain ini. Tetapi, manajemen mengharapkan cost untuk Osvaldo dan Nyeck tidak terlampau tinggi.

"Harga kita harapkan tak terlalu tinggi," katanya.

Alasannya kata Nurmal, PSM menarget membeli tiga pemain untuk menggenapkan kuota lima pemain asing. Satu pemain lainnya akan didatangkan dari daratan Asia, yang kemungkinan harganya sedikit lebih rendah dari Osvaldo dan Nyeck.

"Jadi tentu kita memperhitungkan cost untuk ketiganya. Harga memang menjadi pembicaraan ke depan, karena manajemen sedikit masih mengalami kendala finansial," kunci Nurmal.

[R4/sya/bkm]

Manajemen Arema Bantah Ingkar Janji

Manajemen Arema Indonesia menyesalkan ancaman yang dikeluarkan beberapa pemain dan pelatih terkait belum menepati janji untuk memberikan bonus kemenangan dan gaji secara penuh. Melalui Direktur PT Arema Indonesia, Gunadi Handoko, seharusnya pelatih Robert Rene Alberts tak usah mengumbar masalah internal Arema ke publik saat jumpa pers yang dilakukannya usai menjamu Sriwijaya FC, Rabu (23/12).

"Kenapa tidak dibicarakan dulu dengan kami dan kenapa harus diungkap ke publik? Seharusnya mereka bisa lebih bersabar,” kata Gunadi.

"Kami juga membantah tidak memenuhi kewajiban. Hampir seluruh kewajiban telah dipenuhi manajemen seperti gaji dan bonus sudah dibayarkan. Manajemen juga sudah menyediakan fasilitas kendaraan yang diminta tim. Namun, ada beberapa uang muka atau panjar yang belum dibayarkan kepada beberapa pemain asing dan lokal,' katanya lagi.

Tiga pemain asing yang belum mendapat pelunasan uang muka adalah Njanka, Landry Poulangeye, dan Roman Chmelo. Seharusnya mereka mendapatkan uang muka 25 persen sebesar Rp. 100 juta dari seluruh nilai kontrak.

"Ini bukan hal yang disengaja karena mereka baru bergabung dan dikontrak belakangan di saat masa pendaftaran pemain hampir berakhir dan pemain-pemain lainnya sudah teken kontrak,' lanjut Gunadi.

Sedangkan untuk pemain lokal, Gunadi mengatakan memang baru membayarkan 25 persen sebesar Rp. 50 juta dari total nilai kontrak. Untuk masalah bonus kemenangan, sebenarnya manjemen telah menyiapkan dana cadangan sebesar Rp. 90 juta.

"Uang bonus terpaksa kami tunda karena untuk membayar denda dari Komdis sebesar Rp. 50 juta akibat ulah Aremania. Waktu itu kami minta waktu satu minggu menyelesaikan denda itu yang dengan terpaksa menggunakan uang yang sudah disiapkan untuk bonus.' ungkap Gunadi lagi.

Dengan penjelasan ini, Gunadi berharap masalah bisa terselesaikan. Ia hanya menyayangkan, seharusnya bisa bersabar dulu dan mau mengerti kalau Arema sekarang bukan tim kaya. [edp/biangbola]

Monday, 21 December 2009

Persela Patok Satu Poin Lawan Persiba

Persela Lamongan masih sakit hati setelah pertandingan lawan PSM Makassar ditunda oleh PT Liga Indonesia (PTLI). Sebagai ajang pelampiasan, mereka bertekat untuk merebut poin kala menghadapi Persiba Balikpapan dalam partai usiran, Rabu (23/12/2009) di Stadion Palaran, Samarinda. Sebenarnya, Persela tak perlu terbang ke Palaran jika PTLI tidak plin-plan. Sebab sebelumnya laga kedua tim akan digelar di Stadion Brawijaya, Kediri. Namun mendadak keputusan itu berubah dan Persiba akhirnya menggelar pertandingan di Palaran meski tetap tanpa kehadiran penonton.

Namun, Laskar Joko Tingkir nampaknya tidak terlalu memperdulikan hal itu. Kini anak asuh Widodo C Putra mulai menatap pertandingan lawan tim berjuluk Beruang Madu ini. Sayang pada lawatannya lusa, mereka tidak diperkuat oleh salah satu pemain belakang andalannya, FX Yanuar karena akumulasi kartu

"Kekuatan kami seimbang, selama ini kami saling kejar di papan atas. Minimal kami bisa menahan mereka itu sudah bagus. Tapi kalau ada kesempatan menang, tentu tidak kami sia-siakan," ucap Widodo.

Saat ini Persiba masih kukuh di perungkat dua dengan 21 poin, sedang Persela menguntit dibawahnya dengan 19 poin. Namun Persela baru memainkan sembilan laga, sedangkan Persiba sudah menjalani 13 pertandingan. "Kekecewaan karena pertandingan ditunda semoga bisa membuat para pemain tampil dengan motivasi berlipat. Semoga besok lusa kita bisa dapat poin," imbuhnya. [m.syafaruddin/sya/kun/beritajatim ]

Liga Kembali Revisi Jadwal Pertandingan

Liga Super 2009/ 2010 kembali melakukan revisi jadwal pertandingan. Setelah PSM Makassar, Pelita Jaya berpotensi mengalami nasib serupa. CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono mengungkapkan, laga kandang PSM kontra Persela Lamongan akan digelar akhir Januari 2010.

Penundaan pertandingan tersebut dilakukan setelah keluar instruksi dari PSSI. Juku Eja – julukan PSM– seharusnya menggelar laga home usiran di Stadion Brawijaya, Kediri, Minggu (20/12). “Pertandingan PSM ditangguhkan dan baru dilaksanakan akhir bulan depan. Kami sudah menerima surat penangguhan itu dari Ketua Umum PSSI. Sebab, status banding PSM belum diputuskan,” ungkapnya kemarin.

Komding (Komisi Banding) masih menggantung nasib Juku Eja karena belum memenuhi syarat kelengkapan administrasi. PSM sebelumnya dihukum laga usiran saat menjamu Persela, Minggu (20/12), dan Persijap Jepara, Rabu (23/12). Imbas vonis Komdis PSSI lantaran oknum ofisial PSM memukul wasit Jajat Sudrajat. Mereka juga didenda Rp20 juta. Joko menambahkan, beban pertandingan pada Januari sangat padat. Kompetisi juga harus berbagi ruang dengan timnas yang menjamu Oman di Pra-Piala Asia 2011 pada 6 Januari 2010.

“Kami harus patuhi keputusan yang ada. Sebab, potensi delay (penundaan) bisa saja terjadi pada Persija yang akan menjalani derby pada Rabu besok. Tapi, keputusan kami nantinya seperti apa, tetap menunggu kepastian izin yang diurus panpel Persija pada Senin besok (hari ini),” lanjutnya.

Problem perizinan juga merembet kepada Pelita Jaya FC.Klub berjuluk The Young Guns tersebut dicekal di Stadion Singaperbangsa sampai 7 Januari 2010. Imbasnya, home kontra Persebaya Surabaya, Rabu (23/12), terancam terbengkalai. Asisten Manajer Pelita Jaya Bambang Soehendro menjelaskan, izin tidak dikeluarkan karena Polres Karawang akan menggelar Operasi Lilin dan Tahun Baru.

“Izin laga Rabu besok ditolak Polres Karawang karena ada agenda itu. Kami baru bisa bermain di Karawang setelah 7 Januari,” katanya. Rencana evakuasi home tersebut ke Kuningan juga tidak mendapatkan izin dari aparat terkait di sana karena padatnya agenda. Bambang mengatakan, alternatif venue terakhir di Stadion Siliwangi juga terbentur izin.

“Kami memang mendapat rekomendasi Liga bermain di Kuningan, tapi sudah ada yang memakai. Kami juga kesulitan mengurus izin di Soreang dan Siliwangi karena lawan kami Persebaya. Kami sudah mengirimkan surat penundaan home tersebut kepada Liga,” tandasnya. [wahyu argia/sindo]

Suporter Indonesia Cinta Damai

paserbumi persebaya persipura pasoepati singa mania psis