Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Tuesday, 29 December 2009

6 team yang dipastikan masuk 8 besar

Di Babak IV (8 Besar) PSCS Cilacap dan Persekam Metro.FC Malang ditempatkan di Grup M bersama dua tim yang masih bersaing di babak III zone Sumatera, yakni PS Bengkulu, PS Aceh Besar, PSLS Lhokseumawe dan PS Bandarlampung.

Sedangkan babak III zone Sumatera ini menurut rencana dilangsungkan di Bengkulu, 10-16 Januari 2010. Setelah itu, baru ditentukan jadwal delapan besar grup M.
“Untuk delapan besar grup N kami rencanakan bisa digelar antara 10-16 Januari juga, namun siapa tim tuan rumahnya masih tentatif," ujar Direktur Kompetisi Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) PSSI, Budiharjo, Selasa (29/12) di Senayan.

Semantara itu, Barito Putra, Persemalra Tual, Serui dan Persekubar Kutai Barat bergabung di Grup N.

Jadi Jadwal 8 Besar Grup M yang diiikuti PSCS, menungggu hasil dari babak III zona Sumatera...

Kita semua berharap agar PSCS bisa menjadi tuan rumah lagi
" BRAVO LASKAR NUSAKAMBNGAN "

Thursday, 24 December 2009

Bonus Untuk Pemain PSCS Diserahkan

Setelah sukses memperebutkan tiket promosi ke Divisi Utama, para pemain PSCS menerima bonus uang tunai sebesar Rp. 20 juta. Jumlah ini tentunya lumayan cukup besar untuk ukuran kesebelasan lokal. Penyerahan bonus kepada M Fatchul dkk itu diserahkan oleh Kapolres, Dandim dan wakil Bupati.

Bonus Rp 20 juta barulah merupakan bonus kemenangan. Selain itu para pemain juga akan menerima bonus untuk promosi masuk Divisi Utama, namun besarnya sedang dipertimbangkan oleh manajemen PSCS. Seperti diberitakan Selasa (22/12) PSCS sukses promosi ke Divisi Utama setelah menjuarai Grup J dengan mengoleksi 7 poin, dimana dalam pertandingan terakhir menghempaskan Persekam Metro FC Malang 2 – 0.

Arema Gebuk Sriwijaya

Arema berhasil memenuhi ambisinya untuk meraih poin absolut atas lawannya Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga Super Indonesia 2009, Rabu (23/12/09) di stadion Kanjuruhan, Malang. Kesebelasan "Singo Edan" Arema Malang dalam dua babak pertandingan tersebut berhasil membungkam Sriwijaya FC dengan skor 3-0. Hasil itu semakin mengokohkan posisi Arema sebagai pimpinan puncak klasemen sementara liga musim ini.

Dalam laga yang disaksikan 40.000-an Aremania tersebut (suporter Arema), kedua kesebelasan sebenarnya memainkan permainan cantik. Serangan demi serangan, pergulatan pemain di setiap lini, menjadikan laga tersebut cukup sayang untuk dilewatkan meski hanya beberapa menit.

Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, terlihat merotasi ujung tombak serangannya. Ia justru mencadangkan Obiora, padahal biasanya memasangnya sebagai starter.

Di kubu tuan rumah terlihat tidak banyak perubahan formasi pemain. Lini belakang tetap diserahkan pada Piere Njanka dan kawan-kawannya, lini tengah tetap memasang Roman, M. Ridhuan, dan Landry Poulangoye. Serta di lini depan, mempercayakan serangan pada striker Noh Alam shah.

Gol pertama dicetak stoper senior Piere Njanka melaui heading, memanfaatkan sepak pojok dari Juan Revi di lima menit pertama sejak wasit Olehadi meniup peluit dimulainya pertandingan.

Dua gol Arema lainnya dicetak di babak kedua tepatnya di menit ke-56 dan ke-61. Di menit 56, dengan kerjasama bagus antara gelandang asal Singapura, Muhammad Ridhuan, striker muda Arema M.Fakhrudin berhasil menjebol gawang Sriwijaya FC yang dikawal Fery Rotinsulu.

Lima menit berselang, gelandang Arema asal Slovakia, Chmelo Roman, dengan tendangan jarak jauhnya berhasil memaksa Fery Rotinsulu kembali memungut si kulit bundar dari gawangnya untuk ketiga kalinya.

Hingga pertandingan usai, kedudukan tidak berubah 3-0 bagi kemenangan Singo edan.

"Secara umum pertandingan berjalan imbang. Namun selamat untuk Arema, mereka layak menang hari ini. Mereka bermain lebih efisien dan taktis. Kami sebenarnya juga memiliki banyak peluang, hanya gagal menyelesaikannya dengan baik," tutur Rahmad Darmawan. [dahlia irawati/kompas]

PSM Bidik Osvaldo Moreno dan Nyeck Nyobe

Osvaldo Moreno dan Nyeck Nyobe selangkah lagi bakal berlabuh ke Makassar. Dua pemain ini diproyeksikan mengikuti seleksi 27 Desember nanti. Manajemen PSM sendiri memberi sinyal kuat kepada keduanya untuk bergabung bersama Syamsul Haerudin dkk, di paruh kedua musim ini. "Kita sudah terima CV dan rekaman video kedua pemain ini. Kita tinggal mengetes skill individunya saja," kata Juru Bicara Manajemen PSM Nurmal Idrus via telepon Rabu (23/12).


Sebenarnya kata Nurmal, seleksi keduanya hanya bagian dari prosedur yang secara formal harus diikuti. Tanpa melalui tespun, kualitas keduanya sudah terukur.

"Dua pemain ini sudah memiliki pengalaman bermain di Liga Indonesia. Kita sudah tahu kualitasnya. Karakter merekalah yang dibutuhkan PSM saat ini," paparnya.

PSM mengalami keterpurukan di putaran pertama musim ini. Dari 12 partai, anak-anak Juku Eja baru mengemas tiga kemenangan, yang seluruhnya ditoreh di kandang.

Sedang sembilan partai sisa, enam berakhir dengan kekalahan, termasuk satu kekalahan di kandang, dan tiga kali seri. Lengkapnya, lima laga away seluruhnya menuai hasil buruk.

Mengandalkan pemain muda, PSM mencatat sejarah paling buram musim ini dalam 10 tahun terakhir.

Karena itu, manajemen akan mengejar pemain yang dianggap bisa menambal sekat yang ada di beberapa lini. Di lini belakang, kehadiran Nyeck Nyobe diharapkan bisa melapis Hendry Nyobi dan Handi Hamzah.

Di barisan depan, Osvaldo akan menjadi tandem sejati Cristian Carrasco. Melakoni 12 partai, Carrasco baru membukukan tiga gol.

Ini jelas belum menegaskan perannya sebagai "mesin pembunuh" di kotak penalti. Kehadiran Osvaldo diharapkan bisa mengangkat kasta Carrasco di putaran kedua nanti.

Nego Harga

OSVALDO Moreno dan Nyeck Nyobe hampir pasti masuk dalam daftar belanja di putaran kedua nanti. Hanya saja, manajemen ingin keduanya mematok harga tidak melebihi pemain-pemain asing yang bergabung di PSM saat ini.

Nurmal mengaku, belum ada draf nilai kontrak untuk dua pemain ini. Tetapi, manajemen mengharapkan cost untuk Osvaldo dan Nyeck tidak terlampau tinggi.

"Harga kita harapkan tak terlalu tinggi," katanya.

Alasannya kata Nurmal, PSM menarget membeli tiga pemain untuk menggenapkan kuota lima pemain asing. Satu pemain lainnya akan didatangkan dari daratan Asia, yang kemungkinan harganya sedikit lebih rendah dari Osvaldo dan Nyeck.

"Jadi tentu kita memperhitungkan cost untuk ketiganya. Harga memang menjadi pembicaraan ke depan, karena manajemen sedikit masih mengalami kendala finansial," kunci Nurmal.

[R4/sya/bkm]

Manajemen Arema Bantah Ingkar Janji

Manajemen Arema Indonesia menyesalkan ancaman yang dikeluarkan beberapa pemain dan pelatih terkait belum menepati janji untuk memberikan bonus kemenangan dan gaji secara penuh. Melalui Direktur PT Arema Indonesia, Gunadi Handoko, seharusnya pelatih Robert Rene Alberts tak usah mengumbar masalah internal Arema ke publik saat jumpa pers yang dilakukannya usai menjamu Sriwijaya FC, Rabu (23/12).

"Kenapa tidak dibicarakan dulu dengan kami dan kenapa harus diungkap ke publik? Seharusnya mereka bisa lebih bersabar,” kata Gunadi.

"Kami juga membantah tidak memenuhi kewajiban. Hampir seluruh kewajiban telah dipenuhi manajemen seperti gaji dan bonus sudah dibayarkan. Manajemen juga sudah menyediakan fasilitas kendaraan yang diminta tim. Namun, ada beberapa uang muka atau panjar yang belum dibayarkan kepada beberapa pemain asing dan lokal,' katanya lagi.

Tiga pemain asing yang belum mendapat pelunasan uang muka adalah Njanka, Landry Poulangeye, dan Roman Chmelo. Seharusnya mereka mendapatkan uang muka 25 persen sebesar Rp. 100 juta dari seluruh nilai kontrak.

"Ini bukan hal yang disengaja karena mereka baru bergabung dan dikontrak belakangan di saat masa pendaftaran pemain hampir berakhir dan pemain-pemain lainnya sudah teken kontrak,' lanjut Gunadi.

Sedangkan untuk pemain lokal, Gunadi mengatakan memang baru membayarkan 25 persen sebesar Rp. 50 juta dari total nilai kontrak. Untuk masalah bonus kemenangan, sebenarnya manjemen telah menyiapkan dana cadangan sebesar Rp. 90 juta.

"Uang bonus terpaksa kami tunda karena untuk membayar denda dari Komdis sebesar Rp. 50 juta akibat ulah Aremania. Waktu itu kami minta waktu satu minggu menyelesaikan denda itu yang dengan terpaksa menggunakan uang yang sudah disiapkan untuk bonus.' ungkap Gunadi lagi.

Dengan penjelasan ini, Gunadi berharap masalah bisa terselesaikan. Ia hanya menyayangkan, seharusnya bisa bersabar dulu dan mau mengerti kalau Arema sekarang bukan tim kaya. [edp/biangbola]

Skuad PSCS Wijayakusuma 2009/2010

GK :
  • NASIONO
  • IVO ANDRE
  • SUPRIYONO

DEF :
  • M FATCHUL ICHYA
  • RIZKY SETYAWAN
  • DEDEAN SURDANI
  • AGUS SUPRIYANTO
  • SAPTO DADARI
  • SLAMET TRIYONO
  • ASEP RUDYANTO
  • EKA WIJAYANTO
  • JULIA MARDIANUS
  • WELLY SIAGIAN

MF :
  • DWI KRISTANTO
  • WAHYU TEGUH
  • HERI CHANIAGO
  • FIRDAUS Y.A
  • TRI ATMAJI
  • DODIK DWI HARYONO

CF :
  • TARYONO
  • HERY NURYULIANTO
  • BUDIYANTO
  • HERIYANTO
  • HERU SANTOSO

Tuesday, 22 December 2009

PSCS Lolos ke Divisi Utama

PSCS akhirnya memastikan satu tempat di Liga Divisi Utama PSSI tahu depan, ini setelah PSCS berhasil mengalahkan Persikam Metro FC Malang dengan skor 2 - 0, tadi sore di Stadion Wijaya Kusuma Cilacap. Dengan kemenangan ini PSCS mengantongi nilai 7 dan menjuarai grup J, sedangkan Persikam menjadi runer up dengan poin 6. Persikam juga berhak mendampingi PSCS untuk berlaga di Divisi Utama tahun depan.

Ini merupakan penantian panjang masyarakat Cilacap untuk mempunyai sebuah tim sepakbola yang bisa berlaga di pentas sepakbola nasional. Sebuah prestasi yang kedepannya juga merupakan pekerjaan rumah yang cukup besar bagi Pemerintah dan masyarakat Cilacap. Dengan lolosnya PSCS ke Divisi Utama, jelas tim dan manajemen PSCS mesti dibenahi untuk bisa bersaing dengan tim-tim lain di Divisi Utama. Selain itu sarana dan prasarana, terutama stadion juga mesti dibenahi.

Melihat kondisi stadion saat ini, menurut penulis, kondisi lapangan sudah lumayan bagus, namun tribun yang hanya tersedia di satu sisi lapangan jelas sangat tidak memenuhi syarat untuk digelarnya pertandingan Divisi Utama. Semoga kedepannya, dengan lolosnya PSCS ke Divisi Utama, pemerintah Kabupaten Cilacap segera merenovasi total Stadion Wijaya Kusuma Cilacap.

Bravo PSCS, Bravo Sepakbola Indonesia....

PSCS Atasi Persikam Metro FC Malang

Bermain di hadapan ribuan pendukungnya di stadion Wijaya Kusuma Cilacap, PSCS berhasil mengkandaskan perlawanan Persikam Metro FC Malang dengan skor 2 - 0. Memulai babak pertama dengan langsung tampil agresif, membuat barisan pertahanan Persikam berjuang keras menahan gempuran dari anak-anak laskar Nusakambangan. Sekitar 15 menit pertandingan babak pertama berjalan, PSCS berhasil menceploskan bola ke gawang Persikam lewat gol yang diciptakan Heryanto.

Unggul satu gol tidak lantas membuat PSCS mengendorkan serangan, dan akhirnya PSCS menggandakan keunggulannya menjadi 2 - 0 pada menit ke 22, kembali melalui gol yang diciptakan oleh Heryanto.

Di babak kedua, Persikam yang sudah lebih dulu memastikan berlaga di Divisi Utama tahun depan berusaha tampil lebih impresif sehingga berhasil menciptakan beberapa peluang dimulut gawang PSCS, namun sampai wasit meniup peluit akhir pertandingan skor tidak berubah tetap 2 - 0 untuk kemenangan PSCS Cilacap.

Dengan kemenangan ini PSCS menjuarai grup J dengan 7 poin, disusul Persikam dengan 6 poin, keduanya lolos untuk berlaga di kompetisi Divisi Utama tahun depan.

Monday, 21 December 2009

Persela Patok Satu Poin Lawan Persiba

Persela Lamongan masih sakit hati setelah pertandingan lawan PSM Makassar ditunda oleh PT Liga Indonesia (PTLI). Sebagai ajang pelampiasan, mereka bertekat untuk merebut poin kala menghadapi Persiba Balikpapan dalam partai usiran, Rabu (23/12/2009) di Stadion Palaran, Samarinda. Sebenarnya, Persela tak perlu terbang ke Palaran jika PTLI tidak plin-plan. Sebab sebelumnya laga kedua tim akan digelar di Stadion Brawijaya, Kediri. Namun mendadak keputusan itu berubah dan Persiba akhirnya menggelar pertandingan di Palaran meski tetap tanpa kehadiran penonton.

Namun, Laskar Joko Tingkir nampaknya tidak terlalu memperdulikan hal itu. Kini anak asuh Widodo C Putra mulai menatap pertandingan lawan tim berjuluk Beruang Madu ini. Sayang pada lawatannya lusa, mereka tidak diperkuat oleh salah satu pemain belakang andalannya, FX Yanuar karena akumulasi kartu

"Kekuatan kami seimbang, selama ini kami saling kejar di papan atas. Minimal kami bisa menahan mereka itu sudah bagus. Tapi kalau ada kesempatan menang, tentu tidak kami sia-siakan," ucap Widodo.

Saat ini Persiba masih kukuh di perungkat dua dengan 21 poin, sedang Persela menguntit dibawahnya dengan 19 poin. Namun Persela baru memainkan sembilan laga, sedangkan Persiba sudah menjalani 13 pertandingan. "Kekecewaan karena pertandingan ditunda semoga bisa membuat para pemain tampil dengan motivasi berlipat. Semoga besok lusa kita bisa dapat poin," imbuhnya. [m.syafaruddin/sya/kun/beritajatim ]

Persipro Tahan Imbang PSS

PSS Sleman ditahan imbang Persipro Probolinggo tanpa gol (0-0) pada pertandingan sepak bola kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010 Grup III di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta, Senin sore.
Pada babak pertama kedua tim menampilkan permainan menyerang. Para pemain kedua tim bermain cukup taktis dan dinamis sehingga pertandingan berjalan menarik. Serangan itu sempat membuahkan peluang, tetapi gagal menghasilkan gol. Barisa pertahanan kedua tim cukup kompak dalam mengamankan daerahnya dari serangan lawan.

Mereka akan segera menghalau bola yang memasuki daerah pertahanan. Hal itu menyebabkan serangan yang dibangun para pemain kedua tim selalu kandas.

Hingga pertandingan babak pertama usai, serangan yang dibangun kedua tim tidak menghasilkan gol, dan kedudukan tetap 0-0.

Memasuki babak kedua, PSS Sleman meningkatkan tempo permainan, serangan untuk menggempur pertahanan Persipro dilancarkan secara gencar. Lini belakang Persipro sempat kewalahan menghadapi serangan yang dibangun tim tuan rumah.

Namun, serangan yang dilancarkan para pemain gagal menghasilkan gol. Persipro yang cenderung menerapkan pola permainan bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik juga tidak dapat mencetak gol.

Pertandingan yang disaksikan sekitar 5.000 penonton itu berakhir tanpa gol (0-0), sehingga tim tuan rumah gagal memenuhi target meraih poin penuh dengan memenangi laga kandang tersebut.

Manajer Tim Persipro Probolinggo Buchori usai pertandingan mengatakan, puas dengan hasil yang dicapai pada pertandingan melawan PSS Sleman.

"Saya puas dengan hasil yang dicapai anak-anak, apalagi permainan PSS Sleman sangat bagus. Bagi saya bermain imbang saat tandang merupakan hasil yang terbaik bagi tim," katanya.

Manajer PSS Sleman Rumadi mengatakan, mental para pemain masih perlu dibenahi. Emosi para pemain PSS masih belum stabil sehingga sering bermain mengikuti pola yang diterapkan lawan.

"Permainan anak-anak memang terbawa oleh pola dari Persipro. Emosi mereka memang perlu dikontrol lagi sehingga ke depan kami akan merombak permainan, terutama untuk lini depan yang masih tumpul," katanya. [antara]

Liga Kembali Revisi Jadwal Pertandingan

Liga Super 2009/ 2010 kembali melakukan revisi jadwal pertandingan. Setelah PSM Makassar, Pelita Jaya berpotensi mengalami nasib serupa. CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono mengungkapkan, laga kandang PSM kontra Persela Lamongan akan digelar akhir Januari 2010.

Penundaan pertandingan tersebut dilakukan setelah keluar instruksi dari PSSI. Juku Eja – julukan PSM– seharusnya menggelar laga home usiran di Stadion Brawijaya, Kediri, Minggu (20/12). “Pertandingan PSM ditangguhkan dan baru dilaksanakan akhir bulan depan. Kami sudah menerima surat penangguhan itu dari Ketua Umum PSSI. Sebab, status banding PSM belum diputuskan,” ungkapnya kemarin.

Komding (Komisi Banding) masih menggantung nasib Juku Eja karena belum memenuhi syarat kelengkapan administrasi. PSM sebelumnya dihukum laga usiran saat menjamu Persela, Minggu (20/12), dan Persijap Jepara, Rabu (23/12). Imbas vonis Komdis PSSI lantaran oknum ofisial PSM memukul wasit Jajat Sudrajat. Mereka juga didenda Rp20 juta. Joko menambahkan, beban pertandingan pada Januari sangat padat. Kompetisi juga harus berbagi ruang dengan timnas yang menjamu Oman di Pra-Piala Asia 2011 pada 6 Januari 2010.

“Kami harus patuhi keputusan yang ada. Sebab, potensi delay (penundaan) bisa saja terjadi pada Persija yang akan menjalani derby pada Rabu besok. Tapi, keputusan kami nantinya seperti apa, tetap menunggu kepastian izin yang diurus panpel Persija pada Senin besok (hari ini),” lanjutnya.

Problem perizinan juga merembet kepada Pelita Jaya FC.Klub berjuluk The Young Guns tersebut dicekal di Stadion Singaperbangsa sampai 7 Januari 2010. Imbasnya, home kontra Persebaya Surabaya, Rabu (23/12), terancam terbengkalai. Asisten Manajer Pelita Jaya Bambang Soehendro menjelaskan, izin tidak dikeluarkan karena Polres Karawang akan menggelar Operasi Lilin dan Tahun Baru.

“Izin laga Rabu besok ditolak Polres Karawang karena ada agenda itu. Kami baru bisa bermain di Karawang setelah 7 Januari,” katanya. Rencana evakuasi home tersebut ke Kuningan juga tidak mendapatkan izin dari aparat terkait di sana karena padatnya agenda. Bambang mengatakan, alternatif venue terakhir di Stadion Siliwangi juga terbentur izin.

“Kami memang mendapat rekomendasi Liga bermain di Kuningan, tapi sudah ada yang memakai. Kami juga kesulitan mengurus izin di Soreang dan Siliwangi karena lawan kami Persebaya. Kami sudah mengirimkan surat penundaan home tersebut kepada Liga,” tandasnya. [wahyu argia/sindo]

Metro Lolos Divisi Utama

Kontestan Divisi Utama dari Jatim bertambah. Metro FC memastikan berlaga di kompetisi sepak bola level kedua di Indonesia itu.

Tiket tersebut diraih anak asuh Jonathan itu setelah memetik kemenangan 1-0 (1-0) atas Persedikab Kab Kediri pada pertandingan kompetisi Divisi I PSSI grup J di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, kemarin (19/12).

Gol semata wayang Metro dalam derby Jatim tersebut disumbangkan Ferdiansyah A.N. pada menit ke-87 melalui tendangan penati. Hadiah tendangan penalti diberikan wasit Hadiyana kepada Metro setelah pemain belakang Persedikab M. Choirul Rifan melakukan hand ball di kotak terlarang.

Dengan kemenangan tersebut, tim asal Kab Malang itu memastikan diri memuncaki klasemen sementara sekaligus memastikan satu tiket promosi ke Divisi Utama tahun depan. Saat ini tim berjuluk Macan Kumbang itu mengumpulkan enam poin dari dua kali bertanding. Metro unggul tiga poin atas tuan rumah PSCS Cilacap yang baru mengumpulkan tiga poin dari satu kali bertanding.

Persekam tinggal memperebutkan status juara grup. Dalam laga terakhir tim, kebanggaan warga Kabupaten Malang itu bakal menghadapi tuan rumah PSCS Cilacap pada pertandingan Selasa lusa (22/12).

Keberhasilan Metro memastikan tiket promosi ke Divisi Utama tahun depan dengan mengalahkan Persedikab langsung disambut gembira jajaran manajemen, ofisial, pelatih, dan para pemain. Mereka langsung merayakan keberhasilan mereka itu di tengah lapangan.

Pelatih Metro Jonathan pun langsung diangkat oleh sejumlah pemain. Guyuran air mineral langsung membasahi kepala Jonathan. Pelatih, pemain, dan jaranan manajemen tak henti-henti mensyukuri keberhasilan mereka promosi ke Divisi Utama tahun depan itu.

'Saya sangat bersyukur atas kemenangan yang kami dapatkan sore ini (kemarin, Red). Kemenangan ini membawa kami lolos ke Divisi Utama tahun depan,' kata Jonathan kepada Radar Banyumas (Jawa Pos Group).

Dia memberikan apresiasi khusus kepada anak buahnya yang sudah bekerja keras sepanjang laga. Sebab, dengan kemenangan atas Persedikab, tim besutannya bakal lebih santai di pertandingan terakhir kontra PSCS Cilacap. 'Anak-anak sudah berusaha maksimal,' tandasnya.

Tetapi, dia mengaku masih memiliki catatan khusus dari penampilan anak asuhnya dalam laga tersebut. 'Konsentrasi anak-anak sempat hilang di babak kedua. Itu dimanfaatkan tim lawan (Persedikab, Red) untuk menekan kami. Untung, anak-anak mampu lepas dari tekanan dan memenangkan pertandingan,' bebernya.

Pelatih Persedikab Bambang Drajad menuding kepemimpinan wasit yang berat sebelah dalam laga tersebut menjadi biang keladi kekalahan tim besutannya. 'Anda lihat sendiri kan di lapangan. Kalau begini terus, bagaimana sepak bola Indonesia bisa maju,' ujarnya.

Dia melihat beberapa kali wasit merugikan tim besutannya. 'Seharusnya kami juga dapat penalti. Tapi, wasit membiarkan hand ball yang dilakukan pemain Persekam (Metro FC, Red). Selain itu, beberapa kali asisten wasit mengangkat bendera offside. Padahal, pemain kami tidak offside,' keluh dia.

Saat ini, di Divisi Utama yang tengah bergulir Jatim diwakili Mojokerto Putra, Delta Putra Sidoarjo (Deltras), Gresik United (GU), dan Persibo Bojonegoro. [tya/diq/jawapos]

Sunday, 20 December 2009

PSCS ditahan Persikaba Blora 1 - 1

Dalam lanjutan pertandingan babak ketiga grup J, antara tuan rumah PSCS melawan Persikaba Blora, yang berlangsung sore tadi (minggu 20 Desember 2009) di stadion Wijayakusuma Cilacap, Persikaba Blora berhasil menahan imbang PSCS dengan skor 1 - 1.

PSCS sempat ketinggalan terlebih dahulu dimenit-menit awal babak pertama, gol Persikaba ini terjadi setelah para pemain PSCS agak kehilangan konsentrasi dalam menjaga para pemain Persikaba. Berawal dari lemparan kedalam yang berlangsung cepat, pemain Persikaba leluasa memasuki daerah pinalti, kemudian mengirimkan umpan akurat kemulut gawang PSCS yang disambut tandukan terarah sehingga bola masuk kesudut kiri gawang PSCS.

PSCS berusaha bangkit mengejar ketinggalan, hasilnya didapat pada akhir babak pertama, ketika terjadi kemelut di kotak pinalti Persikaba, salah satu pemain Persikaba menjatuhkan salah satu pemain PSCS, tanpa ampun wasit menunjuk titik putih. Eksekusi dari kapten PSCS M Fatchul cukup sempurna sehingga kedudukan berubah imbang 1 - 1 .

Pertandingan berlangsung cukup keras, keuntungan didapat PSCS setelah dimenit awal babak kedua salah satu pemain Persikaba Blora mendapatkan kartu merah. Unggul satu pemain membuat PSCS menguasai jalannya pertandingan, serangan demi serangan dilancarkan, namun mandulnya lini depan PSCS mengakibatkan tidak satupun serangan yang membuahkan gol.

Penonton bersorak ketika di menit 80, salah seorang pemain Persikaba menyentuh bola di kotak penalti, wasit kembali menunjuk titik putih, protes keras sempat dilancarkan anak-anak Persikaba. Sayangnya, M Fatchul yang kembali menjadi eksekutor gagal melaksanakan tugasnya dengan baik, tembakannya melambung di atas mistar gawang.

Di menit-menit akhir PSCS kembali mengancam gawang Persikaba lewat tendangan keras dari luar kotak pinalti, sayang bola masih membentur tiang. Sampai peluit babak kedua dibunyikan skor tetap imbang 1 - 1. Dengan hasil ini PSCS mengumpulkan 4 poin dari dua kali main.

Saturday, 19 December 2009

PSCS Taklukan Persedikab

Pertandingan pembuka babak ketiga grup J yang berlangsung antara PSCS Cilacap melawan Persedikab ( 16 Des 2009 ) di stadion Wijayakusuma Cilacap, akhirnya dimenangkan PSCS Cilacap dengan skor 3 - 0. Sejak wasit Nofarid Iksan meniup peluit kick off PSCS langsung melakukan serangan dari segala lini, baik dari sayap maupun tengah melalui umpan - umpan pendek dari kaki ke kaki yang menjadi ciri khas PSCS.

Namun serangan yang digalang M Fatchul dkk tidak terselesaikan dengan manis oleh penyerang PSCS baik Taryono maupun Hary Nur Yulianto. Sekitar menit ke 27 gerakan terobosan Hary dan Taryono memaksa pemain bertahan Persedikab melakukan pelanggaran diluar kotak pinalti, dan wasitpun menghadiahkan tendangan bebas kepada PSCS. Kesempatan tembakan bebas ini tidak disia - siakan oleh Taryono, melalui tendangan yang keras bola menerobos pagar betis Persedikab dan merobek jala Persedikab. Gol cantik ini langsung disambut dengan gegap gempita ribuan pendukung PSCS, PSCS unggul 1 - 0.

Unggul 1 - 0 semangat pemain PSCS semakin tinggi, dengan tempo permainan yang cepat barisan tengah dan penyerang PSCS secara terus menerus memborbadir gawang Persedikab, dan akhirnya dengan gerakan meliuk - liuk yang menjadi ciri khas Taryono, memaksa pemain Persedikab mengganjal Taryono di kotak pinalti pada menit ke 44, dan wasitpun menunjuk titik putih pinalti untuk PSCS. Kesempatan ini kembali dimanfaatkan dengan tenang oleh sang Kapten M Fatchul "Koeman", dengan tembakan keras tembakannya langsung mengoyak jala gawang Persedikab, PSCS unggul 2 - 0 hingga baak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, PSCS melakukan perombakan tim dengan menarik Wahyu Teguh dan Taryono dengan memasukkan Tri Apmadi dan Heryanto. Dengan amunisi baru PSCS terus menekan Persedikab sepanjang babak kedua, dan sekitar menit 73 melalui kerjasama yang apik antara Heryanto, Hary Nur Y dan Tri Apmadi, Firdaus mampu memanfaatkan umpan Heryanto dengan sontekan yang mematikan dan terjadilah gol ketiga bagi PSCS. Hingga peluit berakhirnya babak kedua kedudukan berakhir 3 - 0 untuk PSCS Cilacap.

Sementara untuk pertandingan kedua akan berlangsung pada hari Kamis tanggal 17 Desember 2009 antara kesebelasan Persikaba Blora melawan Persekam Metro FC Malang di stadion Wijayakusuma Cilacap. - Bas - PSCS -

Suporter Indonesia Cinta Damai

paserbumi persebaya persipura pasoepati singa mania psis